Jam Puasa: Timer Diet
Perut keroncongan? Cek timernya dulu. Jam Puasa menghitung puasa intermitenmu, punya preset siap pakai, dan ada mode Ramadan buat bulan puasa.
Sekali ketuk buat mencatat segelas air. Kendi yang menghitung, kamu tinggal minum.

Pakai Tambah cepat buat gelas yang biasa kamu pakai, atau Catat kustom kalau ukurannya beda. Target harian bisa kamu isi sendiri, atau dihitung dari berat badan dan tingkat aktivitasmu.
Atur jam bangun dan tidur, lalu pilih seberapa sering mau diingatkan: tiap 30 menit, 1 jam, atau 2 jam. Pas bulan puasa, mode Ramadan cuma mengingatkan antara berbuka dan sahur, sesuai kotamu.

Tekan Tambah cepat, atau Catat kustom buat mengisi ml dan jenisnya.

Isi Target harian, atau pakai Hitung target dari berat.

Isi jam Bangun dan Tidur.

Pilih Pengingat minum: mati, tiap 30 menit, tiap 1 jam, atau tiap 2 jam.
Simpan ukuran gelasmu, dan pakai Batalkan terakhir kalau salah ketuk.
Pengingat cuma muncul antara berbuka dan sahur, sesuai kota.
Ringkasan 7 dan 30 hari terakhir, per jenis minuman, plus streak.
Simpan catatan minummu sebagai file CSV.
Nggak. Login Google opsional, cuma buat sinkron. Tanpa login, datamu tetap di perangkatmu.
Belum. Kendi menyimpan cadangan sebagai file CSV. Kalau kamu login, datamu juga bisa disinkronkan.
Perut keroncongan? Cek timernya dulu. Jam Puasa menghitung puasa intermitenmu, punya preset siap pakai, dan ada mode Ramadan buat bulan puasa.
Satu centang hari ini, satu lagi besok, dan streak kamu terus memanjang. Mulai dari template kebiasaan, lalu intip statistiknya.
Senyum lebar atau muka kusut? Pilih emoji mood yang paling pas, catat aktivitasmu hari ini, dan jurnalmu bertambah satu halaman lagi.
Angka di set terakhir nggak perlu dihafal lagi. Otot Kawat mencatat tiap latihan, menyimpan rutinitasmu, dan menunjukkan progresmu.